Buku ini mengkaji penerapan metode hermeneutika Al-Qur\\\\\\\\\\\\\\\'an tokoh pemikir Farid Esack dalam membangun fondasi kerja sama antaragama. Di dalamnya dibahas mengenai konsep hermeneutika pembebasan serta reinterpretasi terhadap ayat-ayat suci yang sering digunakan sebagai landasan teologis untuk menjalin relasi, toleransi, dan aksi bersama antarumat beragama demi kemanusiaan.
Buku ini menyajikan rangkuman hasil penelitian, catatan perjalanan, dan hasil dialog pengembangan wawasan multikultural yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Maluku Utara, Papua, dan Maluku. Melalui pendekatan sosiologi agama dan budaya, karya ini mendokumentasikan kekayaan kearifan lokal di bumi Nusantara serta bagaimana nilai-nilai adat tersebut berfungsi sebagai perekā¦