Buku ini ditulis khusus untuk mendampingi para peneliti farmasi yang sedang merencanakan dan merancang penelitian. Buku ini membahas secara sistematis tentang konsep dasar penelitian, rumusan masalah, variabel, studi kasus, tinjauan pustaka, plagiarisme, hingga penentuan populasi dan sampel dalam bidang farmasi.
Buku ini mempelajari tentang teknik-teknik komunikasi yang efektif dalam pelayanan kefarmasian untuk meningkatkan kepuasan pasien. Materi yang dibahas meliputi pengantar komunikasi, proses dan model komunikasi, komunikasi dalam informasi obat, konseling farmasi, hingga Pelayanan Informasi Obat (PIO).
Buku ini berisikan panduan praktikum lanjutan (analisis kuantitatif) dalam penetapan kadar senyawa obat seperti asam salisilat, asetosal, vitamin C, ferro sulfat, kalsium laktat, dan parasetamol. Buku ini juga membahas pengenalan spektrofotometri UV-Vis serta identifikasi golongan karbohidrat, fenol, dan alkaloid.
Buku panduan praktikum ini disusun untuk membantu mahasiswa farmasi memahami prosedur dasar laboratorium, analisis kualitatif obat, dan keselamatan kerja dalam praktikum kimia farmasi.
Buku ini membahas metode aplikasi dari tahapan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi keberadaan berbagai senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan seperti alkaloida, fenolik, flavonoid, tanin, glikosida, saponin, terpenoida, steroid, antrakuinon, dan poliketida.
Buku ini membahas tatalaksana terapi penyakit syaraf dan gangguan psikiatri seperti epilepsi, alzheimer, parkinson, stroke, bipolar, depresi, skizofrenia, dan ansietas.
Buku panduan resmi dari Ikatan Apoteker Indonesia yang memuat daftar dan informasi lengkap mengenai nama obat, komposisi, indikasi, kontraindikasi, dosis pemakaian, hingga efek samping dari spesialisasi obat yang beredar resmi di Indonesia. Buku ini sangat penting sebagai referensi praktis bagi apoteker, dokter, perawat, maupun mahasiswa bidang kesehatan
Buku ini membahas fenomena rumit mengenai interaksi berbagai jenis obat dalam tubuh. Sangat berguna sebagai panduan praktis bagi dokter, apoteker, mahasiswa farmasi, maupun orang awam untuk mencegah bahaya efek samping obat yang diminum secara bersamaan.